Kewajiban Segera Bertaubat bagi yang akan melaksanakan Umroh / Haji

Jika seorang muslim sudah bertekad bulat untuk pergi Haji maupun Umrah , disunahkan baginya berwasiat kepada keluarga dan handai-taulannya dengan wasiat taqwa kepada Allah, yakni mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hendaknya ia menuliskan hitam diatas putih utang-piutangnya dan mencantumkan saksi dalam tulisan itu. Wajib baginya segera bertaubat yang sebenar-benarnya dari segala dosa, berdasarkan firman Allah:

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang beriman, agar kamu beruntung (An-Nur, 31)

Hakikat taubat ialah: berlepas total dan meninggalkan dosa, seraya menyesali dosa yang lampau dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Jika kita pernah melakukan perbuatan-perbuatan dzalim (tindak kesalahan) terhadap orang lain berupa: menghilangkan nyawa seseorang atau mencederainya., atau mengambil hartanya tanpa ridhanya, atau menjatuhkan kehormatannya, hendaknya kita selesaikan semua urusan dengan mereka atau kita minta kerelaan mereka untuk memaafkan sebelum kepergian kita ke tanah suci, berdasarkan
hadits shahih dari Nabi Muhammad s.a.w. Bahwa beliau bersabda:

“Barangsiapa memiiki tanggungan yang harus dibayarnya atau peliralku salah yang dilakukannya kepada saudaranya, baikberupa harta yang diambil tanpa ridhanya, atau harga diri saudara-saudaranya yang ia jatuhkan, maka pada hari ini juga, ia hendaknya meminta kerelaan sadara-saudaranya itu untuk mema’afkannya sebelum datang hari kiamat yang dihari itu tidak ada dinar atau dirham (sebagai penebus). Jika ia mempunyai ama shaleh, maka akan diambil dari amalnya itu atas tindak buruknya kepada saudaranya. Tapi jika ia tidak memiliki amal baik, maka diambillah keburukan-keburukan saudaranya itu lalu dipikulkan keatas pundaknya”.

Pengobatan Islam – Thibun Nabawi

Tibhun Nabawi Adalah:

  • Ilmu kedokteran Islam yang bersumber pada Al Qur’an dan Al Haditts
  • Methode Pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW
  • Bukti ilmiah dan rahasia kesembuhan dalam pengobatan Nabawi

Istilah atau sebutan “Thibun Nabawi”, dimunculkan oleh para dokter muslim sekitar abad ke-13 Masehi untuk memudahkan klasifikasi ilmu kedokteran yang berada dalam bingkai keimanan kepada Allah, serta bimbingan Al Qur’am dan As Sunah.

Ibnu kholdun dalam muqodimahnya, mengatakan bahwa kedokteran islam (Thibun Nabawi) muncul sebagai integrasi ilmu integrasi ilmu kedokteran yunani, persia, india, china, dan mesir yang dipandu dengan wahyu Nabi.

Thibun Nabawi merupakan perpaduan berbagai disiplin ilmu kedokteran yang dikembangkan umat islam keseluruh dunia, dari arab ke eropa dan ke seluruh barat pada awal abad ke-19 orang Yahudi dan Nasrani menghapuskan ilmu kedokteran yang bernilaikan Islam dan berdasarkan wahyu Illahi dari kurikulum sekolah mereka di negara-negara eropa.

Ibnu Shina (980 – 1037) yang oleh orang-orang barat kepandaiannya dianggap sejajar dengan aristoteles, telah menulis buku yang terbaik “‘Al qonun Fi’th/Tibb” (Canon of medicine) yang sampai saat ini disebut bapak kedokteran islam, namun sebenarnya Ibnu Shina adalah seorang ulama sufi yang terkesan dengan pembelajaran tentang pengobatan karena kegigihan dokter-dokter muslim dalam mengembangkan ilmu kedokteran, maka akhirnya kedokteran islam menguasai dunia.  Ibnu Shina adalah satu contoh dari otodidak muslim yang sanggup meluaskan dan memperdalam pengetahuannya dengan kekuatan hati dan otak sendiri dan tak merasa perlu akan diploma, ia lebih mementingkan amal daripada pujian ijazah, meninggikan hakekat daripada kemolekan bungkus.

M. Natsir – Dalam Perfektif Sejarah Islam

Setiap kata yang diucapkan rasulullah dalam bidang kedokteran bukan berlandaskan dari ilmu yang tertuang dalam tulisan, melainkan dari wahtu yang terjaga dari Allah.  ” Orang mukmin yang kuat lebih baik daripada orang muslim yang lemah”  (HR Muslim, Ibnu Majjah, dan Ahmad)

* Narated by my Son Muhammad Dzikri Ramadhan Yudhanegara.

Meluruskan dan Merapatkan Shaf dalam Shalat

Assalamualaikum wr wb

Didalam kitab “al Mausu’ah” disebutkan bahwa para ulama bersepakat sunnah muakkadah meluruskan shaf-shaf didalam shalat berjamaah dimana sebagian orang yang shalat tidak boleh lebih maju dari sebagian lainnya, serta merapatkan shaf-shaf dimana tidak terdapat celah ditengah-tengahnya.

Terdapat beberapa hadits yang berisi anjuran tentang ini, diantaranya,” ‘Samakanlah shaf-shaf kalian, karena penyamaan shaf termasuk kesempurnaan shalat’.” Didalam riwayat lain,” Sesungguhnya lurusnya shaf adalah bagian dari ditegakkannya shalat.”

Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,”Luruskanlah shaf dan rapatkanlah, sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari balik punggungku.” Dan sabdanya shalallhu ‘alaihi wa sallam,” “Luruskanlah shaf kalian, atau Allah akan memalingkan wajah-wajah kalian.” (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 4414)

Adapun ukuran kerapatan shaf maka dengan menempelnya pundak seorang yang melaksanakan shalat dengan pundak orang sebelahnya dan menempelnya mata kakinya dengan mata kaki sebelahnya pada saat berdiri dalam shalat.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Luruskanlah shaf (barisan), karena kalian berbaris dengan barisan para malaikat. Dan setarakanlah pundak-pundak kalian, tutuplah barisan yang lowong, dan berlunaklah terhadap tangan saudara kalian, dan jangan biarkan barisan yang lowong untuk dimasuki setan. Dan barangsiapa menyambung barisan shalat, Allah akan menjalin hubungan terhadapnya, sebaliknya barangsiapa memutuskan shaf, Allah juga memutus hubungan terhadapnya.”

Markaz al Fatwa didalam fatwanya menyebutkan bahwa menyamakan shaf adalah dengan menempelkan pundak dengan pundak dan mata kaki dengan mata kaki. Didalam Shahih Bukhari disebutkan “Bab Menempelkan pundak dengan pundak dan kaki dengan kaki didalam shaf”. Nu’man bin Basyir mengatakan,”Aku melihat seorang laki-laki dari kami menempelkan pundaknya ke pundak temannya.”

Al Hafizh Ibnu Hajar didalam ‘al Fath” mengatakan “Berdasarkan dalil dari hadits Nu’man bin Basyir ini bahwa maksud dari mata kaki didalam ayat tentang wudhu adalah tulang yang menonjol pada kedua sisi kaki, yaitu tempat pertemuan antara betis dengan telapak kaki, dan bagian inilah yang memungkinkan untuk bisa ditempelkan dengan sebelahnya.
Hal itu berbeda dengan orang yang berpendapat bahwa mata kaki adalah bagian akhir kaki. Ini adalah pendapat yang ganjil yang dinisbatkan kepada sebagian ulama Hanafi sedangkan para peneliti mereka belum meneguhkan pendapat ini sementara sebagian dari mereka meneguhkannya didalam permasalahan haji bukan wudhu. “

Oleh karena itu meluruskan shaf adalah menempelkan pundak dengan pundak dan mata kaki dengan mata kaki.. (Markaz al Fatwa No. 47970)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.

Testimoni Jamaah

Syamsul Bahri (Achul, pesinetron)
“Arminareka perdana memiliki program dan sisitem yang bagus dan lebih hebatnya lagi bisa membantu memberangkatkan saudara seiman yang punya niat tapi tidak mampu (biayanya-red) ke tanah suci ” (Tabloid, syiar armina)

H. Bustomi dan keluarga (Wakil Bupati Lampung)
“Saya dan keluarga telah menunaikan ibadah umroh pada tanggal 8 Juli 2008 dan kembali ke tanah air tanggal 16 Juli 2008. Al hamdulillah dalam keadaan baik sehat walafiat serta sehat. Sungguh saya dan keluarga merasa puas atas pelayanan yang diberikan Arminareka Perdana. Tidak ada jadwal ibadah maupun tour yang terlewatkan. Semua ” on schedule “. Dan saya menilai bahwa travel Arminareka sangat profesional dan memiliki banyak jaringan di Madinah, Mekkah, maupun Jeddah, saya merasakan dalam pelayanan hotel, catering, dan pelayanan muthowwif. Inilah kesan saya bersama keluarga terhadap Arminareka. Semoga Arminareka dapat mempertahankan profesioalismenya. Amin ya robbal alamin… ”

Buya Zacky, Pimpinan Al munawwar
“Awalnya saya ragu apakah benar ada perusahaan yang dapat memberikan solusi untuk dapat haji dan sekaligus meningkatkan taraf hidupnya. Waktu itu saya diberitahu oleh seseorang yang sama sekali saya belum mengenalnya. Terus terang konsep yang ditawarkan PT. Armina itu sangat menarik.
Akhirnya saya coba mendatangi kantornya, profil perusahaaanya dan manajemennya. Saya pun berkenalan dengan tim manajemen dan mendapat penjelasan yang memadai. Akhirnya saya pun merasa yakin dan dengan bismillah saya pun bergabung. Baru kurang lebih 2 bulan rekening saya bertambah puluhan juta rupiah. Al hamdulillah, luar biasa. Terima kasih armina. “

Usul dan Saran Penyelengaraan Umroh

Untu Peningkatan Layanan Tamu  , kami mengharapkan bantuannya untuk memberikan masukkan anda untuk meningkatkan pelayan ibadah umroh dari kami.  Semoga Allah membalas bantuan anda dan mencatatnya sebagai amal ibadah.

Wassallam